Bisnis Kos kosan: Berapa Modal Awal yang Dibutuhkan?

Bisnis Kos kosan: Berapa Modal Awal yang Dibutuhkan?

HDfim Kablosu – Investasi properti, seperti bisnis kos kosan, misalnya, memang tidak ada habisnya untuk dibahas.

Bisnis kos merupakan salah satu dari sekian banyak bidang bisnis properti yang pasarnya masih besar.

Apalagi kalau kita mengengok daerah industri atau universitas. Di kedua wilayah tersebut, kos-kosan mudah tumbuh sebagai bisnis yang menjanjikan.

Modal awal berbisnis kos-kosan

Biaya modal awal yang diperlukan guna memulai bisnis kos-kosan sangat tergantung pada banyak hal. Yang paling utama adalah di kawasan mana kos-kosan akan dibangun.

Ambil contoh di Cimahi, misalnya, satu rumah kos-kosan dengan enam kamar membutuhkan biaya pembangunan sebesar Rp 120 – 150 juta.

Patokan pertama yang perlu diperhatikan sebelum membangun rumah kos-kosan adalah harga tanah.

Usahakan Anda bisa membeli tanah dengan harga yang paling murah. Katakanlah untuk contoh di artikel ini: Rp 1 juta per meter.

Bila Anda berhasil membeli sebidang tanah ukuran 20 meter persegi untuk dibangunkan satu kamar berukuran 4×4 meter.

Itu berarti Anda menghabiskan biaya Rp 20 juta untuk membeli tanah untuk satu kamar saja.

Bila ingin membangun 10 kamar dengan luas total 16 meter persegi, maka Anda membutuhkan tanah berukuran 160 meter persegi, dengan biaya pembelian Rp 160 juta.

Sedangkan biaya pembangunan 10 kamar kos, Anda harus mengeluarkan uang sebanyak Rp 200 juta.

Jadi biaya pembangunan kos 10 kamar dengan ukuran masing-masing 4×4 meter mencakup: biaya pembelian tanah + biaya pembangunan rumah kos.

Kalau menghitung berdasarkan contoh di atas, Anda membutuhkan modal sebesar Rp 360 juta.

Sumber modal bisnis kos-kosan

Secara umum ada tiga sumber dana yang dapat digunakan untuk memulai usaha kos:

Dana Pribadi

Anda bisa mulai mengumpulkan dana untuk membeli rumah kos dengan menyisihkan sebagian pendapatan Anda untuk ditabung atau berinvestasi pada instrumen investasi jangka pendek dan menengah.

Secara rutin sisihkan 10 hingga 30 persen dari pendapatan Anda untuk deposito, logam mulia, dan reksa dana.

Setelah dirasa mencukupi, aset tersebut bisa dijual untuk membeli rumah kos.

Jika Anda berencana menggunakan dana pribadi untuk memulai bisnis kos, sebaiknya pertimbangkan payback period bisnis ini sejak lama.

Jadi jangan lupa siapkan dana cadangan untuk keperluan mendadak.

Pinjam dari keluarga atau teman

Sumber modal usaha kedua untuk rumah kos adalah dari keluarga atau teman. Umumnya ada dua metode yang sering digunakan.

Cara pertama dengan meminjam sejumlah uang yang kemudian akan dicicil dalam jangka waktu tertentu, sedangkan cara kedua berupa kerjasama atau kemitraan dengan sistem bagi hasil.

Pinjaman dari keluarga atau teman umumnya ringan, baik dari segi bunga maupun jangka waktunya.

Meski bukan dana milik sendiri, pastikan dana yang digunakan adalah idle money karena pengembalian investasi untuk bisnis kos cukup lama.

Selain itu, harus ada kesepakatan tertulis yang jelas untuk menghindari kesalahpahaman dan pertengkaran di kemudian hari.

Meminjam dari bank atau lembaga keuangan

Pilihan ketiga untuk mendapatkan modal usaha kos adalah dengan meminjam ke bank. Skema yang biasa digunakan untuk membiayai kos adalah melalui KPR.

Agunan atau agunan bisa berupa rumah yang sudah Anda miliki atau rumah yang akan dijadikan tempat kos.

Selain KPR, skema lain yang mungkin dilakukan adalah menggadaikan dan kredit usaha, yaitu dengan menggadaikan kendaraan atau logam mulia Anda.

Apapun metode pinjaman yang Anda gunakan, Anda harus memperhitungkan besarnya pinjaman, jangka waktu pembayaran, cicilan bulanan, serta jumlah bunga dan denda. 

Dengan modal kurang dari Rp 1 miliar, bisnis kos kosan jadi sebuah pilihan usaha yang patut dipertimbangkan.

Leave a Reply