Apa saja Dukungan Pemerintah untuk Pebisnis Ekspor?

Apa saja Dukungan Pemerintah untuk Pebisnis Ekspor?

HD Film Kablosu – Kalau menyebut pebisnis ekspor, maka kita bisa menyebut banyak hal terkait dengannya, termasuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang berorientasi ekspor.

Khusus untuk UKM dengan orientasi bisnis seperti itu, pemerintah sudah menyiapkan sejumlah bantuan untuk UKM berorientasi ekspor, misalnya dengan memberikan pinjaman, pemberian latihan dan pembinaan yang diberikan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Pinjaman dari LPEI untuk pebisnis ekspor

Pemerintah Indonesia melalui LPEI memiliki misi meningkatkan kinerja UMKM yang berorientasi ekspor.

Dengan mengacu pada misi tersebut, LPEI menyediakan dua platform pinjaman:

  • Kredit untuk usaha kecil dengan besaran Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar.
  • Kredit untuk usaha menengah dengan besaran Rp 2 miliar hingga Rp 15 miliar.

Dua platform itu akan diberikan bila sebuah UMKM memenuhi syarat berikut: UKM sudah menjalankan bisnis paling tidak 2 tahun, bisnis dimiliki WNI, UKM memiliki usaha produktif dengan orientasi ekspor, melaksanakan kegiatan usaha dalam negeri, memiliki fasilitas standar ekspor, dan tidak sedang dalam proses klaim atau utang.

Kredit Usaha Rakyat Berorientasi Ekspor

Selain dua platform di atas, LPEI juga menyediakan Kredit Usaha Rakyat Berorientasi Ekspor (KURBE) yang menyasar badan usaha atau perorangan yang memiliki usaha berorientasi ekspor.

Sederhananya, UMKM yang berorientasi ekspor dan di bawah program KURBE memperoleh pembiayaan tanpa subsidi bunga maupun subsidi imbal jasa.

Ada tiga platform yang ditawarkan:

  • Kredit untuk usaha mikro dengan besaran maksimal Rp 5 miliar.
  • Kredit untuk usaha kecil dengan besaran maksimal Rp 25 miliar.
  • Kredit untuk usaha menengah dengan besaran maksimal Rp 50 miliar.

Prosedur pendaftaran untuk mendapatkan pinjaman KURBE relatif sederhana. Pemilik bisnis harus menyampaikan surat permohonan, menyiapkan dokumen legalitas usaha, pemilik usaha dan identitas pengurus.

Pemilik bisnis berorientasi ekspor juga harus menyediakan laporan keuangan dan data lain yang dibutuhkan.

Memanfaatkan fasilitas pemerintah untuk mengembangkan bisnis ekspor

Sebetulnya dukungan pemerintah untuk pebisnis ekspor bukan cuma akses permodalan maupun pinjaman bisnis.

Bagi pebisnis pemula yang baru terjun ke bisnis ekspor-impor, ada baiknya memeriksa website djpen.kemendag.go.id. Di website ini ada informasi perwakilan perdagangan dari Direktorat Pengembangan Ekspor Nasional yang terdapat di lima benua.

Selain itu sudah lama diketahui bahwa pemerintah Indonesia kerap memfasilitas pameran perdagangan internasional di mana Indonesia turut serta di dalamnya. Jadi pada dasarnya pengusaha produk ekspor tidak perlu khawatir ketiadaan dukungan pemerintah.

Cara mengembangkan bisnis ekspor

Pengusaha kecil, mikro dan menengah kini semakin banyak yang menceburkan diri ke dalam bisnis ekspor. Artinya bisnis ini makin banyak diminati. Itu adalah tanda juga bahwa bisnis ekspor produk mudah dilakoni.

Walau mudah dilakoni, kita tetap perlu memperhatikan beberapa hal berikut supaya bisnis ekspor mampu berkembang:

  • Tidak hanya bertransaksi dengan dollar

Peluang bisnis ekspor sebaiknya tidak dibatasi dengan hanya menerima dan mengelola transaksi perdagangan dalam mata uang dollar.

Namun kalau Anda Sudah terlanjur bertransaksi dengan rekan dari banyak negara, gunakan software manajemen transaksi multi-currencies.

  • Tingkatkan kualitas operasional bisnis

Kerja cepat dibutuhkan ketika mengelola bisnis ekspor, termasuk ketika memenuhi pesanan pelanggan. Order barang ke vendor harus dilakukan dalam waktu yang tepat. Jangan sampai kekurangan atau kelebihan stok.

Demikianlah informasi tentang jenis-jenis dukungan yang diberikan pemerintah kepada pebisnis ekspor.

Bila mampu meningkatkan kualitas layanan bisnis dan produk, sekaligus mampu memanfaatkan fasilitas pemerintah dengan baik, maka Anda bisa menjalankan ekspor produk dengan lancar.

Leave a Reply